Padapermulaan, dipelajari berdasar legenda yang berkembang dari mitos. Menurut mitologi Babilonia (2000 SM), penciptaan alam semesta disebut dengan peristiwa enums elish yaitu peperangan antara dua dewa yang bernama Marduk (Matahari) dan Tiamat (Kehampaan). Tiamat akhirnya dikalahkan oleh Marduk. Darah Marduk kemudian dijadikan bahan dasar
SepeninggalAbu Thalib dan Siti Khadijah, para petinggi kaum Quraisy semakin keji. Nabi Muhammad sangat terpukul selama amul huzni karena dua sosok yang baru saja meninggalkannya adalah ‘tulang punggung’ untuk kegiatan dakwah sekaligus memberi kekuatan dan ketabahan hati. Kisah amul huzni yang dialami Nabi Muhammad semakin mempertegas
Machlukmachluk yang diciptakan Allah ( dimana ada yang menjadi musuh atau lawan manusia yaitu Iblis dan Jin kafir.) Inilah ketujuh alam yang telah, sedang dan akan dilalui oleh setiap manusia. 1.Alam ruh. Sejak itu mulailah manusia memasuki tahap kedua dari perjalanan hidupnya. Kurang lebih selama 9 bulan janin manusia menetap dirahim
AlamRahim. Rihlah pertama yang akan dilalui manusia adalah kehidupan di alam rahim: 40 hari berupa nutfah, 40 hari berupa ‘alaqah (gumpalan darah), dan 40 hari berupa mudghah (gumpalan daging), kemudian ditiupkan ruh dan jadilah janin yang sempurna. Setelah kurang lebih sembilan bulan, maka lahirlah manusia ke dunia.
PANDANGANDASAR MENGENAI ANEKA WARNA MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN MANUSIA. Poligenesis: manusia sejak awal diciptakan dari beraneka makhluk induk. 2. Monogenesis: manusia berasal dari satu makhluk induk. EVOLUSI ?. Arti harafiah perkembangan. Slideshow 5078261 by teddy
Sejakawal abad 20 sampai sekarang humanisme merupakan konsep kemanusiaan yang sangat berharga karena konsep ini sepenuhnya memihak pada manusia, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dan menfasilitasi pemenuhan kebutuhan-kebutuhan manusia untuk memelihara dan menyempurnakan keberadaannya sebagai makhluk mulia. Demikian
Berikutadalah beberapa peristiwa yang akan dilalui oleh setiap diri manusia, yaitu: 1. Alam Barzah Setelah manusia meninggal, maka setiap diri manusia akan melewati alam barzah yaitu alam di antara dunia dan akhirat atau pintu gerbang menuju kehidupan akhirat.
Tajuk1 : Manusia dan Agama. Tajuk 2 : Islam Agama Fitrah. Tajuk 3 : Budaya, Etika dan Akhlak Islam. BAB : PERTAMA. MANUSIA DAN AGAMA. 1.0 Pengenalan. Setiap manusia yang berakal fikiran akan memikirkan mengenai agama. Perkara yang sering difikirkan ialah asal usul kejadiannya, kewujudannya dalam alam ini, mengapakah mereka perlu berada dalam
. 5 ALAM KEHIDUPAN MANUSIA DAN URGENSI IBADAH Ust Muhammad Fahmi Ma'arif Manusia adalah makhluk yang allah ciptakan melalui proses kehidupan yang panjang, sejak zaman nabi adam, dimana beliau diciptakan langsung oleh Allah SWT tanpa melalui perantara ayah dan ibu. Proses penciptaan nabi adam ini juga yang menjadi jawaban sekaligus bantahan untuk kaum yang menuhankan nabi Isa AS, karena beliau terlahir tanpa adanya seorang ayah. Sejak nabi adam diciptakan sampai hari ini kita hidup, sudah triliunan manusia yang terlahir dan menginjakkan kakinya di bumi Allah ini. Lantas, apa sebenarnya tujuan dari Allah SWT menciptakan manusia seperti kita.? Untuk mengetahui tujuan Allah SWT menciptakan manusia, kita bisa melihat ke dalam surat Ad-dzariyat ayat 56. Disana Allah menitipkan pesan kepada golongan jin dan manusi, Bahwa tujuan dari penciptaan jin dan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Sebelum kita membahas apa sebetulnya nilai penting ibadah bagi kehidupan manusia, kita paparkan dahulu berkaitan dengan lima alam kehidupan yang pasti akan di lalui oleh setiap manusia. Pertama adalah ALAM RUH Alam ruh adalah fase pertama kehidupan manusia, disinilah manusia itu berasal. Di alam ini, manusia menunggu panggilan dari Allah untuk nantinya ditempatkan dalam jasad yang telah Allah sediakan. Ketika Allah akan membawa ruh ini untuk masuk kedalam jasad manusia, Allah bertanya kepada setiap ruh dengan pertanyaan yang sama “Alastu bi robbikum.?” Apakah kalian bersaksi, bahwa akulah tuhan kalian.? qolu “bala, syahidna.?” yaaa tuhanku, kami bersaksi bahwa engkau adalah tuhan kami. Setelah mereka melakukan sumpah pengakuan bahwa Allah adalah tuhan mereka, barulah Allah masukkan ruh tersebut ke dalam jasad yang telah Allah tentukan. Di alam ruh ini, manusia seluruhnya sama, tidak ada yang lebih baik dari siapapun, tidak ada perbedaan tinggi badan, warna kulit dsbnya. Kedua adalah ALAM KANDUNGAN Alam kandungan ini adalah Proses awal sebelum lahirnya sosok manusia yang baru. Dalam proses ini sunnatullah berjalan, bermula dari ovum yang dibuahi oleh sperma, kemudian janin tersebut menempel dI dinding rahim, dan dalam penjelasan hadits Arbain an nawawi urutan hadits yang ke empat rasulullah menjelaskan tentang tahapan manusia dalam kandungan. Manusia dalam kandungan mengalami beberapa proses, yang mana masing-masing prosesnya dilalui selama 40 hari. Pada 40 hari pertama manusia berbentuk Nutfah cairan, bentuk awal dari bersatunya sperma dengan ovum. 40 hari kemudian manusia berbentuk Alaqah nutfah yang menempel dalam dinding rahim. 40 hari kemudian manusia berbentuk Mutghoh bentuk awal manusia,tetapi belum memiliki nyawa. Proses yang berjalan selama kurang lebih 120 hari atau sekitar 3 bulan, barulah Allah utus seorang malaikat untuk meniupkan ruh kedalam jasad manusia. Sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat shad ayat 72 فَإِذَا سَوَّیۡتُهُۥ وَنَفَخۡتُ فِیهِ مِن رُّوحِی فَقَعُوا۟ لَهُۥ سَـٰجِدِینَ Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh ciptaan-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya Bayi yang telah ditiupkan nyawa ke dalam jasadnya dan telah di tuliskan juga atasnamanya beberapa ketentuan takdir yang akan membersamai hidupnya, bayi tersebut berkembang di dalam kandungan sampai berusia kurang lebih 9 bulan 10 hari. Setelah sempurna bayi tersebut secara fisik, barulah Allah lahirkan bayi tersebut kedalam dunia. Ketiga adalah ALAM DUNIA Dunia ini adalah alam pertengahan dari lima fase kehidupan manusia, fase kehidupan yang paling menentukan kehidupan manusia setelahnya. Ini menjadi tolak ukur dan penilaian apakah manusia tersebut akan mendapatkan kebahagian atau justru kesengsaraan yang didapatkannya. Karena dalam fase ini Allah membebaskan manusia untuk memilih apa saja yang hendak mereka pilih dan lakukan. Allah memberikan bekal kepada manusia agar manusia tidak salah dalam memilih, bekal tersebut adalah hati dan fikiran. Pikiran memiliki kemampuan untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, sedangkan hati, ia mampu merasakan mana pilihan yang tepat dan tidak tepat untuk dilaksanakan. Seperti filosofi orang jawa yang mengatakan, “Wong iku, kudu bener lan pener” Orang itu, selain dia harus bisa melakukan sesatu yang benar, dia juga harus memsatikan bahwa kebenaran yang dia pilih adalah sesuatu yang tepat. Pada alam dunia ini manusia juga mendapatkan kewajiban untuk taat kepada syariat Islam. Ketaatan secara mutlak dimiliki oleh seseorang yang mukallaf atau telah baligh. Tanda seseorang telah mukallaf atau baligh ini adalah mimpi yang diserai dengan keluarnya mani bagi seorang laki-laki dan menstruasi bagi perempuan. Di fase inilah Allah telah menjelaskan kepada manusia dan jin, bahwa tujuan mereka diciptakan adalah untuk beribadah hanya kepada Allah. Namun nyatanya tidak semua manusia dan jin taat dan patuh kepada perintah Allah. Sebagian besar dari mereka enggan untuk beribadah, bahkan banyak dari mereka yang menyekutukan Allah. Sebagian dari mereka mempertanyakan tentang pentingnya ibadah bagi kehidupan mereka? Karena bagi mereka, tidak beribadah pun mereka bisa mendapatkan kesenangan di dunia. Pertanyaan ini yang nantnyai akan kita jawab, setelah kita menjabarkan kelima alam kehidupan manusia. Keempat adalah ALAM BARZAH Alam barzah atau biasa disebut dengan alam kubur adalah alam dimana manusia di tempatkan oleh Allah setelah mereka meninggal dunia, di alam ini manusia menunggu hadirnya hari kiamat yang akan menentukan kedudukan mereka di alam akhirat. Apakah akan menjadi penghuni surga ataukah mereka merasakan siksa di neraka. Kuduanya adalah bentuk balasan dari Allah atas apa yang telah mereka perbuat di kehidupan dunia. Di alam ini manusia akan di datangi oleh malaikat penjaga kubur, yaitu malaikat munkar dan nakir. Beliau yang akan menanyai manusia tentang keimanan manusia kepada tuhan, rasul dan bagaimana mereka menjalani kehidupan di dunia. Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab dengan akal fikiran, jawaban dari pertanyaan tersebut hanya dipunyai oleh orang-orang yang selama hidup di dunia, mereka taat dan patuh kepada Allah dan Rasulullah. Kelima adalah ALAM AKHIRAT Alam akhirat adalah pemberhentian terakhir dari perjalanan panjang kehidupan manusia, pada alam ini manusia akan di audit seluruh amal kebaikan dan amal keburukannya. Hasil dari timbangan inilah yang nantinya akan menentukan tempatnya di akhirat. Bagi orang islam yang timbangan kebaikannya lebih berat dari keburukannya, maka mereka mendapatkan tiket langsung ke surga. Sedangkan untuk kaum muslimin yang timbangan keburukannya lebih berat dari kebaikannya, maka mereka harus menjalani fase pembersihan dosa di neraka. Dan untuk mereka yang tidak beriman kepada Allah kafir mereka tidak membutuhkan hisab, karena tempat mereka sudah pasti di neraka. Apa yang akan kita dapatkan di akhirat nanti bergantung kepada apa kita lakukan di dunia, siapa yang taat dan patuh kepada perintah Allah akan berbalas kebaikan berupa surga, dan siapa yang berbuat keburukan akan dihadiahi dengan neraka. Salah satu bentuk ketaatan kepada Allah adalah menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya dan berharap balasan hanya kepada Allah. Tapi mengapa ibadah itu terasa sangat berat untuk dijalankan, bahkan tidak sedikit diantara manusia yang merasa tidak butuh ibadah, karena efek atau balasan dari ibadah itu tidak dirasakan secara kontan oleh manusia. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, serta memberi kemudahan dalam memahami arti penting dari ibadah kepada Allah bagi kehidupan kita, coba kita tengok kembali perjalanan kehidupan kita dahulu sebelum kita hidup di alam dunia seperti yang sekarang ini. Dahulu ketika manusia berada dalam alam ruh, manusia tidak pernah merasa bahwa jasad adalah sesuatu yang penting untuk dirinya. Karena dengan ruh yang mereka miliki, mereka sudah bisa merasakan kehidupan. Kemudian ketika Allah memindahkan ruh tersebut ke dalam alam kandungan, barulah manusia menyadari bahwa jasad itu adalah bagian penting bagi kehidupan manusia, karena untuk bisa tinggal di dunia, manusia membutuhkan ruh dan juga jasad. Setelah manusia mengetahui kebutuhan dia kepada jasad, Allah tiupkan ruh tersebut kedalam janin yang berusia 120 hari. Di dalam kandungan seorang ibu, bayi mendapatkan nutrisi dari ibunya, dengan bantuan plasenta yang menghubungkan antara bayi dengan ibunya. Seorang bayi merasa bahwa yang mereka butuhkan pada saat di dalam kandungan hanyalan plasenta saja. Mereka tidak membutuhkan kaki, tangan bahkan kepala mereka. Namun Allah dengan segala kebaikan dan ilmunya, Allah ciptakan semua yang manusia butuhkan. Seorang bayi baru merasakan manfaat dari semua yang Allah ciptakan untuknya sejak dalam kandungan. Tangan, kaki dan kepala yang dahulu manusia tidak merasakan manfaatnya secara langsung, hingga kemudian Allah lahirkan dia ke alam dunia untuk merasakan manfaat dari semua yang ia ciptakan. Sekarang, manusia sepenuhnya telah tinggal di dunia. Dan Allah telah memberikan perintah dan petunjuk kepada manusia untuk senantiasa beribadah kepada Allah. Allah juga memberikan kepada manusia tentang gambaran alam akhirat, gambaran tentang surga dan neraka. Tak cukup sampai disitu, Allah juga mengutus nabi dan rasul untuk menjelaskan kepada mereka tentang kehidupan setelah kematian dan itu pasti akan terjadi. Sebagai manusia yang dibekali akal untuk berfikir, jangan sampai kita mengulang ketidaktahuan yang telah kita lakukan dahulu. Ketidaktahuan ruh tentang pentingnya jasad bagi kehidupan dia di alam dunia, ketidaktahuan seorang bayi tentang pentingnya tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya bagi kehidupan dia. Dan hari ini ketika kita diberi kesempatan Allah untuk hidup di dunia, Allah tunjukkan kepada kita tentang pentingnya beribadah dan beramal baik. Manfaatnya mungkin tidak kita rasakan langsung sekarang ini. Tapi percayalah, bahwa amal ibadah kita di dunia akan sangat kita butuhkan untuk kehidupan kita nanti, di alam kubur dan di alam akhirat nanti. Semoga Allah memudahkan kita untuk senantiasa beribadah kepadanya. Continue Reading
Mengenal Lima Alam Yang Dilalui ManusiaSalam Pembaca Yang Budiman, ada lima alam yang akan dilalui manusia. Secara singkat, saya akan tulis di sini, disarikan dari berbagai referensi. Semoga bisa menjadi pengingat. 1. Alam RuhAlam di mana Allah menciptakan dan menyimpan seluruh ruh manusia. Menurut para ulama, di mana tempatnya alam ruh ini hanya Allah saja yang tahu. Semua ruh ini, menunggu giliran untuk dihadirkan ke dunia sesuai takdir Allah. Di Alam ini, semua ruh tanpa terkecuali, bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan semesta alam. Hal ini telah dijelaskan dalam hadist Nabi SAW, seperti kami kutip di bawah ini Dari Ubay bin Ka’ab ia mengatakan, “Mereka ruh tersebut dikumpulkan, lalu dijadikan berpasang-pasangan, baru kemudian mereka dibentuk. Setelah itu mereka pun diajak berbicara, lalu diambil dari mereka janji dan kesaksian, “Bukankah Aku Tuhanmu?”, mereka menjawab “Benar”. Sesungguhnya Aku akan mempersaksikan langit tujuh tingkat dan bumi tujuh tingkat untuk menjadi saksi terhadap kalian, serta menjadikan nenek moyang kalian Adam sebagai saksi, agar kalian tidak mengatakan pada hari kiamat kelak, “Kami tidak pernah berjanji mengenai hal itu”. Ketahuilah bahwasanya tiada Tuhan selain Aku semata, tidak ada Rabb selain diriKu, dan janganlah sekali-kali kalian mempersekutukanKu. Sesungguhnya Aku akan mengutus kepada kalian para RasulKu yang akan mengingatkan kalian perjanjianKU itu. Selain itu Aku juga akan menurunkan kitab-kitabKu”. Maka merekapun berkata, “Kami bersaksi bahwa Engkau adalah Tuhan kami, tidak ada Tuhan bagi kami selain hanya Engkau semata”. Dengan demikian mereka telah mengakui hal tersebut. Kemudian Adam diangkat dihadapan mereka dan ia Adam pun melihat kepada mereka, lalu ia melihat orang yang kaya dan orang yang miskin, ada yang bagus dan ada juga yang sebaliknya. Lalu Adam berkata, “Ya Tuhanku, seandainya Engkau menyamakan di antara hamba-hambaMu itu”. Allah menjawab, “Sesungguhnya Aku sangat suka untuk Aku disyukuri”. Dan Adam melihat para nabi di antara mereka seperti pelita yang memancarkan cahaya pada mereka”. HR. Ahmad2. Alam RahimAlam rahim adalah sebuah alam yang terjadi di sebuah organ tubuh ibu, tempat terbentuknya anak manusia sesuai dengan izin Allah, sebelum dihadirkan ke dunia. Nama organ tersebut sangat mulia, seperti salah satu nama Allah yang agung, rahim, karena siapa pun perempuan atau ibu yang sedang mengandung, akan sangat belas kasih, sayang, ngopeni pada janin yang sedang bertumbuh di rahimnya itu. Di alam inilah, Allah meniupkan ruh ketika pada usia kehamilan 4 bulan atau seratus dua puluh hari. Bersamaan dengan itu, juga ditetapkan 4 empat perkara, yaitu ajal, rejeki, amal, kecelakaan atau kebahagiaannya. Hal ini terdapat dalam hadis berikutعَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَاDari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan, “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani nuthfah selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah alaqah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging mudhgah selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan diperintahkan untuk ditetapkan empat perkara, yaitu rezekinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain-Nya. Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta. Akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta. Akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga.” HR. Bukhari.Selain ditiupkannya ruh, kejadian yang amat penting lainnya di alam rahim, sebelum kelak manusia benar-benar dilahirkan, adalah pengambilan sumpah lagi terhadap ruh bahwa ruh bersaksi tiada tuhan selain Allah. Kini, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, kejadian di alam rahim bisa diintip oleh dokter. Pada usia kandungan 4 bulan, sudah bisa dideteksi detak jantung janin, pertanda ada kehidupan sekaligus bahwa ruh telah tentunya, iptek hanya tahu sebatas tahapan pertumbuhan janin dari bulan ke bulan saja secara fisik, sedangkan kejadian peniupan ruh, pengambilan sumpah beserta penetapan 4 perkara tersebut di atas, tidak ada seorang pun yang tahu. Ohya, terkait peniupan ruh beserta penetapan 4 perkaranya, tahu tidak kalau ada tradisi neloni di Nusantara? Neloni adalah sebuah acara tiga bulan-an jelang 4 bulan kehamilan yang berisi pengajian dan sedekah yang tujuannya mendoakan jabang bayi agar Allah anugerahkan takdir terbaik dari sisiNya. Mengenai perihal tradisi neloni akan ditulis di postingan tersendiri. Alam DuniaSetelah janin tumbuh sempurna, maka tiba waktunya lahir ke dunia sebagai manusia merdeka dengan hak dan kewajiban yang melekat dunia adalah tempat yang kita tempati sekarang. Alam di mana manusia menanam amal kebaikan yang kelak akan dipanen di alam akhirat. Menurut para ulama, sebenarnya panen itu sudah bisa dirasakan ketika masih di dunia. Contoh kalau rajin belajar akan pandai, kalau rajin bekerja akan mendapat uang, kalau suka olah raga, badan sehat dan bagus, begitu kan, ya? Coba diam-diam bae, ndak nanam apa-apa, apa akan mendapat panen? Kaidah alam dunia adalah "Apa yang kau tanam, itu yang kau tuai."4. Alam BarzahSemua yang bernyawa dan melewati tahapan alam dunia, pasti mati. Sedangkan pengertian mati adalah lepasnya ruh dari ruh telah lepas dari jazad, ia akan berpindah ke sebuah alam yang bernama alam kubur atau alam barzah / alam kubur disebut penantian? menurut ulama, alam kubur belum akhirat. Sederhananya, alam kubur adalah transisi dari alam dunia ke manusia di dunia, sejak zaman Nabi Adam sampai akhir zaman, ketika meninggal akan berada di alam ini sampai kelak tiba hari alam barzah, ada siksa kubur. Konon orang saleh akan menjalani masa penantian di alam barzah seperti orang tidur dan akan terbangun oleh bunyi tiupan terompet sangkakala. Sedangkan orang musyrik, di alam barzah akan mengalami siksa kubur, selain siksa neraka kelak di alam akhirat ulama mengatakan, antara alam dunia dan barzah dibatasi oleh sebuah membran tembus pandang yang mana para ahli kubur bisa melihat ke alam dunia, tapi manusia yang masih hidup tidak bisa melihat ke alam alam barzah belum atau bukan alam akhirat, maka segala kiriman doa, tahlil, istighosah dan sedekah untuk ahli kubur akan sampai pada ahli kubur, Inshaallah. Apalagi jika yang mengirim adalah Alam AkhiratKelak, hari akhir atau hari kiamat, dimulai dari hancurnya alam semesta. Pada tiupan pertama sangkakala, semua makhluk yang masih hidup, mati. Setelah itu alam raya akan sunyi sampai beberapa lamanya hanya Allah yang Maha Tahu. Lalu akan terdengar tiupan kedua, yang mana saat itu semua manusia dari zaman Nabi Adam sampai yang terkahir akan dibangkitkan pada sebuah hari yang disebut semua manusia akan menuju padang masyhar untuk dihisab/dihitung segala amalnya. Hari yang demikian itu disebut juga dengan yaumul hisab. Setelah itu, semua manusia akan diberi raport masing-masing yang mana dari laporan itu akan diketahui apakah akan menuju surga atau neraka. Demikianlah 5 lima alam yang dilalui manusia. Wallahua'lam bis showab. Mohon koreksi bila ada kalam, semoga kita dijadikan manusia yang sukses, selamat, bahagia dan beruntung di dunia dan akhirat. Aamien. Terima kasih telah di Malang pada Februari 2022
SETIAP manusia sedang berjalan menuju Tuhan-nya. Disadari atau tidak, dia sedang melewati satu demi satu proses kehidupan di berbagai alam. “Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhan-mu, maka kamu akan menemui-Nya.”Al-Insyiqaq 6 Manusia melewati berbagai alam semenjak ia belum dilahirkan dan dia akan berhenti pada alam terakhir yang abadi. Kira-kira, apa saja alam yang dilewati manusia dalam hidupnya? — Alam Dzar — "Dan ingatlah ketika Tuhan-mu Mengeluarkan dari sulbi tulang belakang anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah Mengambil kesaksian terhadap roh mereka seraya Berfirman, “Bukankah Aku ini Tuhan-mu?” Mereka menjawab, “Betul Engkau Tuhan kami, kami bersaksi.” Kami Lakukan yang demikian itu agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,”Al-A’raf 172 — Alam Sulbi — “Dia diciptakan dari air mani yang terpancar, yang keluar dari antara tulang punggung sulbi dan tulang dada.”At-Thariq 6-7 — Alam Janin — “Dia Mengetahui tentang kamu, sejak Dia Menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu.”An-Najm 32 — Alam Dunia — "Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”Ali Imran 185 "Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau.”Al-An’am 32 *Alam ini adalah alam yang paling menentukan bagi alam setelahnya. — Alam Barzakh Alam Kubur — "Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.”Al-Mu’minun 100 *Lisan manusia terbiasa menyebut alam kubur sebagai “tempat peristirahatan terakhir”. Padahal alam ini hanyalah tempat transit untuk melanjutkan perjalanan ke alam selanjutnya. "Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu mengunjungi kubur.”At-Takatsur 1-2 — Alam Akhirat — “Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.”Al-Ankabut 64 Dia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan kebajikan untuk hidupku ini.”Al-Fajr 24 *Inilah alam kehidupan yang sebenarnya, akhir perjalanan manusia. Di alam ini manusia akan terbagi menjadi dua kelompok. "Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.”Asy-Syura 7. []
Banjar, NU OnlinePada pengajian Tafsir Jalalain, Senin 237, KH Mu'in Abdurrahim menjelaskan ada empat alam yang dialami oleh manusia. Alam pertama adalah alam dzuriyah, di mana manusia masih berada dalam rahim ibu. Karena itu, ibu menjadi kunci dalam kehidupan kita. "Seperti yang dijelaskan dalam pepatah bahwa syurga di bawah telapak kaki ibu. Kalau ibu merasa ridha akan apa yang kita kerjakan, maka pekerjaan kita akan dilancarkan. Begitupun sebaliknya," papar Kiai Mu'in pada pengajian yang digelar di Pesantren Miftahul Huda Al-azhar karena itu ada tradisi yang sudah biasa, pada usia empat bulan dalam kandungan, yaitu masa ditiupnya ruh kedalam rahim ibu. "Dan dalam usia tujuh bulan, dianjurkan untuk berdoa kepada Allah swt agar si jabang bayi selamat dan menjadi anak yang salih-salihah," yang selalu dihadiri ratusan santri dalam setiap mengisi pengajian itu melanjutkan, alam yang kedua adalah alam dunia. Ketika keluar dari rahim ibu, langsung dibacakan adzan di telinga bayi, agar bayi tidak kaget dengan dunia yang banyak maksiat dan sangat berbeda dengan alam dzuriyah. Makanya bayi pasti menangis ketika baru dilahirkan."Alam dunia merupakan alam tempat manusia bercocok taman amal kebaikan untuk dipanen diakhirat," kata Kiai Mu' alam yang ketiga adalah alam barzakh alam kubur. Kiai Muin mengatakan di alam ini merupakan alam antara dunia dan akhirat. Setiap orang pasti mengalaminya. Jika tidak mendapat kubur yang nikmat raudhatun min riyadiljannah, maka akan mendapat kubur seperti jurang api alam keempat adalah alam akhirat, yaitu ditandai dengan hari kiamat. "Di dalamnya terdapat yaumul baats hari berbangkit, yaumul mizan hari pertimbangan amal," terangnya. Siti Aisyah/Kendi Setiawan
Kehidupan dunia kita lewati dengan berbagai kondisi, dan tentu terasa begitu lama. Namun, dunia bukanlah satu-satunya alam yang harus dijalani manusia. Menurut Islam, bahkan alam yang harus kita jalani tidak terhenti saat kita meninggal dunia. Ada berbagai pembahasan tentang macam-macam alam dilahirkan, kita semua tumbuh di dalam rahim Ibu. Alam tersebut disebut alam dzuriyah. Fase ini dijelaskan dalam QS. Al-Mu’minun ayat 12-14Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirmanوَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍ . ثُمَّ جَعَلْنٰهُ نُطْفَةً فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍ . ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظٰمًا فَكَسَوْنَا الْعِظٰمَ لَحْمًا ثُمَّ اَنْشَأْنٰهُ خَلْقًا اٰخَرَۗ فَتَبَارَكَ اللّٰهُ اَحْسَنُ الْخٰلِقِيْنَۗSungguh, Kami telah menciptakan manusia dari sari pati yang berasal dari tanah. Kemudian, Kami menjadikannya air mani di dalam tempat yang kukuh rahim. Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang menggantung darah. Lalu, sesuatu yang menggantung itu Kami jadikan segumpal daging. Lalu, segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang berbentuk lain. Mahasuci Allah sebaik-baik pencipta. Al-Mu’minūn [23]14Setelah menjalani kehidupan di alam dzuriyah, manusia menjalani kehidupan di alam dunia. Dunia disebut sebagai alam tempat manusia banyak belajar. Namun, manusia tidak seharusnya menjadikan dunia sebagai tujuan. Iman dan amal salih harus menjadi yang utama, seperti yang Allah sampaikan dalam QS. Al-Ashrوَالۡعَصۡرِۙ .اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَفِىۡ خُسۡرٍۙ . اِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡحَقِّ ۙ وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡرِDemi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal salih, serta saling menasihati untuk kebenaran dan manusia akan menjalani kehidupan di alam kubur atau barzakh. Alam ini adalah alam di antara dunia dan akhirat. Manusia akan mendapatkan balasan dari segala amal salihnya. Jika ia banyak beramal salih dan menjadi hamba yang taat selama di dunia, maka ia akan selamat dari siksa kubur. Namun jika tidak, siksa kubur dan api neraka akan Al-Qurthubi di dalam tafsirnya Al-Jâmi’ li Ahkâmil Qur’ân menuliskan sebuah penjelasan tentang kematianقَالَ الْعُلَمَاءُ الْمَوْتُ لَيْسَ بِعَدَمٍ مَحْضٍ وَلَا فَنَاءٍ صِرْفٍ، وَإِنَّمَا هُوَ انْقِطَاعُ تَعَلُّقِ الرُّوحِ بِالْبَدَنِ وَمُفَارَقَتُهُ، وَحَيْلُولَةٌ بَيْنَهُمَا، وَتَبَدُّلُ حَالٍ وَانْتِقَالٌ مِنْ دَارٍ إِلَى دَارٍPara ulama berkata, kematian bukanlah ketiadaan belaka dan bukan pula kerusakan semata. Kematian hanyalah terputus dan terpisahnya hubungan ruh dengan badan, perubahan kondisi di antara keduanya, pergantian keadaan, dan perpindahan dari satu kampung ke kampung yang lain. Muhammad bin Ahmad Al-Qurthubi, Al-Jȃmi’ li Ahkȃmil Qur’ȃn, [Kairo Darul Hadis, 2010], Juz IX, Hal. 428Alam terakhir yang dijalani manusia adalah alam akhirat, dan kehadirannya ditandai dengan adanya hari kiamat. Di dalamnya terdapat yaumul ba’ats hari kebangkitan dan yaumul mizan hari penimbangan amal.
Muslimahdaily - Saat ini mungkin kita berada dalam tahap puncak di saat tubuh masih kuat dan pikiran masih tajam. Namun ingatlah, suatu hari kita akan kembali ke tahap awal, ke bagian paling dasar di saat jiwa menurun dan raga melemah. Saat itu, mungkin kita baru tersadar bahwa hidup ini amat sangat singkat. Allah seringkali menyebut tahapan kehidupan manusia dari sejak penciptaan hingga saat kembali ke asalnya, tanah. Hanya ada tiga tahap yang akan dilalui manusia dengan usia hidup rata-rata. Namun manusia seringkali lupa dan seakan menjalani hidup selamanya. Padahal dari tiga tahapan, hanya satu tahap yang memberikan banyak kesempatan besar memperbanyak beribadah. Namun tahapan itu justru disiakan oleh sebagian besar orang. Saat di tahap puncak, saat raga masih sempurna, manusia lebih ingat bersenang-senang. Lalu di tahap dasar, ketika raga melemah, barulah manusia ingat akan Tuhan. Dalam Al-Qur’an disebutkan, “Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan kamu sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan kamu sesudah kuat itu lemah kembali dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang Maha mengetahui lagi Maha Kuasa.” QS. Ar Rum 54 Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsir Al Qur’an Al Adzim, ayat tersebut merupakan sebuah peringatan bahwasanya manusia mengalami perubahan tahapan penciptaan. Awal mula manusia yang diciptakan dari tanah, bekembang menjadi nutfah, lalu segumpal darah, daging hingga tulang belulang yang dibungkus daging. Setelah itu, ditiupkanlah ruh padanya. Tak lama kemudian ia keluar dari rahim sang ibunda dalam keadaan sangat lemah. Ia kemudian tumbuh dari bayi, menjadi anak muda, lalu menginjak puber, lalu menjadi pemuda yang kuat. Saat itulah tahap kuat terjadi setelah berlalunya masa lemah. Masih dijelaskan Ibnu Katsir, kekuatan itu semakin lenyap seiring bergantinya waktu. Maka tibalah masa tua di mana masa lemah kembali terjadi. Ia beruban, menjadi sepuh dan pikun. Saat itulah masa lemah terjadi setelah masa kuat. Baik lahir maupun batin semuanya berubah. Lebih rinci, tahapan pertama atau masa lemah pertama juga disebutkan dalam ayat lain dari kitabullah. Allah berfirman, “Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina? Kemudian Kami meletakkannya ke dalam tempat yang kokoh rahim, sampai waktu yang ditentukan, lalu Kami tentukan bentuknya, maka Kamilah Sebaik-baik yang menentukan.” QS. Al Mursalat 20-23 Ketika memasuki masa kuat setelah lemah, banyak manusia yang mulai mundur perlahan dari agamanya. Makin kuat fisiknya, justru makin lemah keimanannya. Hal ini digambarkan Allah dalam firman-Nya, “Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.” QS. An Nahl 4 Setelah masa kuat, manusia kembali ke masa lemahnya. Digambarkan dalam Al Qur’an, “Allah menciptakanmu, kemudian mewafatkanmu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Kuasa.” QS. An Nahl 70 Banyak ayat lain yang menggambarkan tiga tahapan kehidupan tersebut. Semuanya mampu mengingatkan manusia betapa singkatnya kehidupan di bumi. Juga menggambarkan betapa agung Allah yang telah menciptakan manusia dengan proses yang sangat luar biasa. Sepantasnya kita bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan hingga menumbuhkan keimanan dan melakukan peribadatan dengan benar kepada-Nya. Allah berfirman, “Apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan manusia dari permulaannya, kemudian mengulanginya kembali. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Katakanlah, “Berjalanlah di muka bumi, lalu perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan manusia dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allâh Maha Kuasa atas segala sesuatu.” QS. Al Ankabut 19-20
Eramuslim – SETIAP manusia sedang berjalan menuju Tuhan-nya. Disadari atau tidak, dia sedang melewati satu demi satu proses kehidupan di berbagai alam. “Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhan-mu, maka kamu akan menemui-Nya.”Al-Insyiqaq 6 Manusia melewati berbagai alam semenjak ia belum dilahirkan dan dia akan berhenti pada alam terakhir yang abadi. Kira-kira, apa saja alam yang dilewati manusia dalam hidupnya? Alam Dzar “Dan ingatlah ketika Tuhan-mu Mengeluarkan dari sulbi tulang belakang anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah Mengambil kesaksian terhadap roh mereka seraya Berfirman, “Bukankah Aku ini Tuhan-mu?” Mereka menjawab, “Betul Engkau Tuhan kami, kami bersaksi.” Kami Lakukan yang demikian itu agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,“Al-Araf 172 Alam Sulbi “Dia diciptakan dari air mani yang terpancar, yang keluar dari antara tulang punggung sulbi dan tulang dada.”At-Thariq 6-7 Alam Janin “Dia Mengetahui tentang kamu, sejak Dia Menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu.”An-Najm 32 Alam Dunia “Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”Ali Imran 185 “Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau.”Al-Anam 32 *Alam ini adalah alam yang paling menentukan bagi alam setelahnya. Alam Barzakh Alam Kubur Halaman 1 2
0% found this document useful 0 votes1K views7 pagesDescriptionseluk beluk kehidupan ruh setelah keluar dari jasadCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes1K views7 pages5 Fase Alam Yang Dijalani ManusiaJump to Page You are on page 1of 7 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.